Investasi Astra International dalam Startup Berbasis Teknologi di Tanah Air

  • Writen by: admin
  • Published: 27/10/2022

Investasi Astra di bidang digital sebagai salah satu perusahaan multinasional, cukup masif dilakukan. Selain giat membangun ekosistem digital di dalam lingkup perusahaannya, PT Astra International Tbk (ASII) juga terus melebarkan ekspansinya. 

Sejumlah dana investasi Astra telah disuntikkan pada perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi dari beragam sektor usaha.

Sebagian pemberian dana tersebut disalurkan melalui anak usahanya, PT Astra Digital Internasional (ADI). Apa saja perusahaan rintisan yang telah mendapatkan investasi Astra tersebut?

investasi Astra gojek

Investasi Astra di Gojek

Pada Februari 2018, PT Astra International Tbk tercatat mengucurkan dana segar senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun kepada perusahaan rintisan yang telah mendapat status decacorn, Gojek.

Kemudian setahun berselang PT Astra International Tbk kembali berpartisipasi ke dalam pendanaan seri F Gojek dengan mengucurkan dana hingga US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Kejelian membidik Gojek sangat tepat. Karena pada 1 Januari 2022, Gojek dan Tokopedia kemudian resmi bergabung dan muncul dalam entitas baru yang bernama GoTo dengan nilai valuasi hampir mencapai US$ 20 miliar.

Perusahaan baru ini juga resmi melantai di Bursa Efek indonesia pada April 2022.

investasi Astra sayurbox

Sayurbox

Melihat potensi besar dalam perusahaan rintisan berbasis pangan, membuat Astra memimpin pendanaan seri B bulan Maret 2021, dengan suntikan investasi Astra sebesar US$ 5 juta atau setara dengan Rp 74 miliar di Sayurbox.

Perusahaan rintisan ini berdiri pada tahun 2016 sebagai platform e-commerce yang menjual buah dan sayur segar dari petani langsung ke end customers.

Di Sayurbox, Astra melalui ADI menjadi investor utama bersama dengan Patamar Capital. “Sayurbox, e-commerce, ini juga business case yang baik,” ujar Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro.

“Kami senang menjadi bagian dari perjalanan Sayurbox dalam memberikan solusi berbasis teknologi untuk memajukan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup petani, produsen, dan masyarakat di sektor pertanian Indonesia,” tambah Djony.

halodoc

Investasi Astra Halodoc

Kejelian Astra berikutnya adalah membidik perusahaan rintisan berbasis telemedicine, yaitu Halodoc. Pada bulan April 2021, melalui anak usahanya Astra Digital, resmi menyuntikkan dana sekitar US$ 35 juta atau setara Rp 523 miliar.

Menurut Djony Bunarto Tjondro, investasi Astra itu sejalan dengan upaya digitalisasi yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Halodoc platform layanan kesehatan mempunyai misi mengatasi ketimpangan layanan kesehatan, bisnis case jelas dan tujuan baik,” terangnya Djony.

Dengan masuknya Astra Digital, maka saat ini investor utama Halodoc bertambah menjadi menjadi empat, yaitu Allianz X, UOB Venture, dan Clermont Group.

mapan

Mapan

Melirik potensi dalam digitalisasi sistem arisan membawa Astra menyuntikan investasi di perusahaan rintisan fintech arisan, Mapan. Perusahaan ini sebelumnya diakuisisi oleh Gojek pada tahun 2019.

Mapan adalah sebuah perusahaan berbasis komunitas digital yang memiliki misi untuk meningkatkan akses, derajat, dan pendapatan masyarakat Indonesia. 

Perusahaan ini melakukan digitalisasi arisan dan menghubungkannya dengan penyedia produk dan jasa sejak 2015, sehingga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Melalui ADI dan Patamar Capital, digelontorkanlah pendanaan seri A senilai US$ 15 juta atau sekitar Rp 224,5 miliar untuk Mapan.

Investasi Astra ini juga diikuti oleh sejumlah perusahaan lain seperti BRI Ventures, SMDV, Blibli, Prasetia Dwidharma, dan perusahaan Ventura global, Flourish Ventures dan 500 Global.

investasi astra paxel

Paxel

Investasi berikut menyasar pada perusahaan layanan logistik, Paxel. Berdiri di tahun 2017, Paxel menawarkan sejumlah layanan logistik yang membantu pelaku UMKM untuk melakukan pengiriman barang melalui Paxel sameday delivery, PaxelBox, PaxelBig, dll.

Melihat cerahnya masa depan bisnis logistik ini, dibukalah keran investasi Astra seri C sebesar $23 juta atau lebih dari 340 miliar Rupiah pada Juni 2022.

Pendanaan Astra dipimpin oleh ADI. Investasi Astra diikuti juga oleh Central Capital Ventura (CCV), MDI Ventures, Susquehanna International Group (SIG), Endeavour Catalyst, FJ Labs, dan PT Amsaka Investama Sejahtera.

Setelah lima perusahaan rintisan tersebut, PT Astra International Tbk tampaknya belum berhenti melebarkan portofolio digital mereka. 

“Kami tetap akan secara aktif mencari peluang baru yang bisa kami lakukan investasi di perusahaan rintisan yang berbasis teknologi, kami selalu melihat peluang-peluang di kemudian hari,” ujar Djony Bunarto Tjondro.

Djony juga menyebutkan jika memang ada kesempatan lain pihaknya berminat untuk melakukan investasi lebih banyak.

Kira-kira, perusahaan mana lagi yang akan mendapat suntikan dana investasi Astra di masa depan? Tentu ini menjadi hal yang menarik untuk ditunggu.