Investasi Astra di Halodoc Incar Masa Depan Cerah Industri Telemedicine

  • Writen by: admin
  • Published: 08/12/2022

Investasi Astra di Halodoc menjadi bukti keseriusan PT Astra International Tbk (ASII) melebarkan portofolio digital perusahaan. 

Cerahnya masa depan industri telemedicine membawa ASII menyuntikkan dana segar sebanyak total 35 juta USD atau sekitar Rp 509 miliar pada Maret dan April 2021 lalu melalui anak perusahaannya PT Astra Digital Internasional (ADI).

Dalam keterangannya, Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Djony Bunarto Tjondro, menyebut alasan mengapa berinvestasi dalam industri tersebut.

investasi Astra di Halodoc

“Kita sudah serius melakukan banyak hal, termasuk digitalisasi sejak beberapa tahun ini. Bukan hanya investasi untuk mendapat pertumbuhan inorganik, termasuk modernisasi dan upaya memastikan pertumbuhan berkelanjutan dari Astra,” kata Djony dikutip dari CNBC Indonesia.

Lebih lanjut, ia menambahkan, kemungkinan melakukan investasi lain di masa depan masih terbuka.  Astra akan lebih banyak melihat peluang untuk berinvestasi di perusahaan rintisan pada sektor-sektor yang tentunya relevan dan dibutuhkan banyak orang. 

ASII juga memiliki tim yang secara khusus mengkaji terkait hal tersebut. “Opportunity bisa datang kapan saja, kita selalu melihat apakah ada peluang di kemudian hari, kalau misalnya ada kita tetap berminat investasi lebih banyak,” tegasnya.

investasi Astra di Halodoc

Cerahnya industri telemedicine

Keputusan investasi Astra di Halodoc didasari pada pemahaman akan masa depan industri telemedicine yang berkembang khususnya pada era pandemi Covid-19.

Halodoc sendiri merupakan sebuah aplikasi dan situs web asal Indonesia yang bergerak di bidang layanan kesehatan. PT Media Dokter Investama, perusahaan aplikasi ini didirikan pada tahun 2016 di Jakarta oleh Jonathan Sudharta.

Di tahun 2018, Halodoc mendapat sekitar US$13 juta atau sekitar Rp 170 miliar dari beberapa investornya antara lain Clermont Group, Gojek, Blibli, dan NSI Ventures.

Dengan aplikasi Halodoc, masyarakat dapat melakukan konsultasi dengan lebih dari 20 ribu dokter umum dan spesialis dalam database nya. Tarif konsultasi cukup terjangkau mulai Rp 15 ribu sampai Rp 50 ribu.

Pembelian obat dan resep juga dapat dilakukan melalui aplikasi. Hal Ini tentu semakin memudahkan layanan medis yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. 

dokter

Terobosan dalam hal medis inilah yang dinilai ASII menjadi visi, misi dan komitmen yang baik dalam sama-sama memanfaatkan platform teknologi.

“Halodoc platform layanan kesehatan mempunyai misi mengatasi ketimpangan layanan kesehatan, bisnis case jelas dan tujuan baik,” papar Djony.

Secara transaksi, Halodoc mengalami pertumbuhan signifikan sejak 2018, yaitu hingga 16 kali lipat. Pertumbuhan pengguna aktif mencapai 25 kali lipat dalam periode waktu yang sama.

Ekosistem Halodoc pun kini telah didukung lebih dari 20.000 mitra dokter berlisensi, 2.000 RS, klinik dan laboratorium serta dukungan 4.000 apotek terdaftar yang tersebar di ratusan kota di Indonesia.

investasi Astra di Halodoc

Dengan maraknya perusahaan sejenis, apakah investasi Astra di Halodoc juga akan memicu langkah-langkah perusahaan besar lainnya pada sektor telemedicine?

Atau malah sebaliknya? Astra melalui ADI akan kembali menyuntikkan modal segar untuk memperkuat Halodoc dalam persaingan di industri telemedicine Tanah Air? 

Semua kemungkinan masih bisa terjadi, apalagi Astra mengatakan masih akan terus melihat peluang-peluang untuk memperkuat portofolio digital mereka di masa depan. Ikuti terus perkembangan berita investasi Astra lainnya di sini.