AstraSatu Indonesia

Digitalisasi Dunia

CES 2026: Saat AI Tak Lagi Hanya Hidup di Layar

CES 2026 kembali digelar dengan satu kesan yang sulit diabaikan. Tahun ini, pameran teknologi terbesar di dunia itu tidak lagi didominasi oleh layar, aplikasi, atau software demo. Sebaliknya, lantai pameran dipenuhi oleh mesin yang bergerak, robot yang berinteraksi, perangkat yang merespons tubuh manusia, dan sistem AI yang bekerja di dunia nyata.

CES 2026: Saat AI Tak Lagi Hanya Hidup di Layar

Selama bertahun-tahun, AI memang berkembang pesat, tetapi kehadirannya terasa abstrak—hadir di mesin pencari, dashboard, atau chatbot. Di CES 2026, gambarnya berubah. AI kini melihat lewat kamera, bergerak lewat motor, mengangkat benda, menavigasi ruang, dan mengambil tindakan fisik.

Bukan berarti software kehilangan peran. Justru sebaliknya: CES 2026 menunjukkan bahwa software, chip, energi, standar, dan ekosistem kini menyatu. AI tidak lagi berdiri sendiri—ia melekat pada perangkat, rumah, kendaraan, dan tubuh manusia.

 

 

Kategori: Robot – Atlas dan EngineAI

Robotika menjadi salah satu kategori paling hidup di CES 2026. Boston Dynamics Atlas kembali hadir, kali ini dengan fokus pada stabilitas, keseimbangan, dan gerakan yang semakin natural. Atlas menunjukkan transisi dari demo akrobatik ke kemampuan yang lebih aplikatif, seperti simulasi gerakan di pabrik. Ke depannya, Atlas diharapkan dapat menggantikan tugas manusia yang berisiko tinggi di industri berat.

Di sisi lain, EngineAI dari China mencuri perhatian lewat arena robot battle. Meski tampak seperti hiburan, pendekatan ini sejatinya menjadi demonstrasi publik tentang kontrol real-time, ketahanan mekanis, dan pengambilan keputusan AI di kondisi ekstrem.

 

 

Kategori: Gadget – Samsung Galaxy Z Trifold dan Intel Core Ultra

Salah satu pengumuman yang paling banyak dibicarakan datang dari Samsung Electronics. Galaxy Z Trifold berhasil meraih Best Overall dan Best Mobile Tech di ajang Best of CES 2026 versi CNET, sekaligus mendapatkan liputan positif dari berbagai media teknologi global. Desain perangkat ini mendukung multitasking dan meningkatkan produktivitas, karena dapat bertransformasi dari ponsel sederhana menjadi layar besar layaknya tablet.

Namun, yang membuat Z Trifold menonjol bukan hanya fakta bahwa layarnya bisa diperlebar tiga kali lipat. Samsung dinilai berhasil menunjukkan kematangan desain, integrasi software, dan kesiapan produk untuk pasar global. Perangkat ini bukan sekadar konsep futuristik, tetapi produk yang jelas arahnya menuju komersialisasi.

Huawei memang lebih dulu memperkenalkan ponsel trifold. Namun di CES—dan khususnya bagi media AS—ketersediaan resmi di pasar Amerika, dukungan ekosistem aplikasi, serta kesiapan produksi menjadi faktor penting. Dalam konteks itu, Samsung dianggap menghadirkan solusi yang lebih siap pakai, bukan sekadar pionir teknologi.

Selain itu, Intel juga mengeluarkan Intel Core Ultra X9, prosesor generasi terbaru yang memberikan performa luar biasa untuk gaming dan profesional kreatif. Dengan chip yang lebih efisien, Intel Core Ultra X9 bisa menangani aplikasi berat, rendering grafis, dan multitasking dengan lancar tanpa gangguan.

 

 

Kategori: AI & Mobility – NVIDIA Rubin dan Alpamayo, Dari Chip ke Platform Autonomous

Selama bertahun-tahun, NVIDIA dikenal sebagai produsen chip AI terbesar yang menjadi fondasi bagi berbagai pihak untuk membangun sistem mereka sendiri. Chip NVIDIA digunakan bukan untuk “memakai AI NVIDIA”, melainkan sebagai dasar komputasi untuk menciptakan platform, algoritma, dan autonomous system yang sangat beragam—mulai dari robot industri hingga kendaraan otonom.

Di CES 2026, peran itu berevolusi. NVIDIA tidak lagi hanya tampil sebagai penyedia infrastruktur, tetapi mulai menunjukkan bagaimana mereka melihat AI sebagai sebuah platform fisik.

Pertama, NVIDIA memperkenalkan Rubin, arsitektur komputasi generasi berikutnya, diposisikan untuk kebutuhan AI yang jauh lebih berat secara reasoning dan real-time. Enam chip Rubin terbaru digunakan secara paralel untuk mengoptimalkan efisiensi biaya komputasi setiap kali AI melakukan pemrosesan dan memberikan respons. Langkah ini berdampak pada penurunan biaya operasional AI serta mempercepat penerapannya di berbagai sektor industri.

Kemudian, NVIDIA memperkenalkan Alpamayo, dimana AI tidak sekadar ditampilkan sebagai konsep AI platform, tetapi didemokan langsung di dalam kendaraan. Alpamayo memungkinkan kendaraan otonom bisa berpikir seperti manusia. Demo ini menunjukkan bagaimana sensor, persepsi visual, pemahaman konteks, dan pengambilan keputusan disatukan dalam satu alur yang berjalan real-time di mobil. Dengan kemampuan menalar situasi kompleks, Alpamayo mendorong adopsi Level 4 autonomous driving, bersaing langsung dengan Tesla dan Waymo.

Alpamayo memperlihatkan pergeseran penting: NVIDIA tidak hanya menyediakan komputasi untuk pihak lain membangun autonomous system, tetapi mulai menunjukkan bagaimana mereka pun mau bermain di ranah AI fisik dan platform, bukan hanya chip.

Dalam konteks ini, kompetisi menjadi lebih jelas. Huawei memilih jalur end-to-end melalui Ascend, mengembangkan chip dan algoritma sendiri dalam satu ekosistem tertutup. Intel, melalui Mobileye, tetap fokus pada vision dan safety system otomotif. CES 2026 memperlihatkan bahwa perang AI fisik dan autonomous bukan lagi soal siapa punya model paling pintar, tetapi siapa yang menguasai jalur dari silikon hingga aksi di jalan raya.

 

 

Kategori: Health & Lifestyle 

Kategori health dan lifestyle di CES 2026 sangat ramai. Berbagai perangkat ditampilkan, mulai dari smart bed yang mampu membaca postur dan kualitas tidur, wearable generasi baru, hingga sistem pemantauan kesehatan non-invasif.

Perhatian besar tertuju pada Withings smart scale, alat pengukur kesehatan lengkap, termasuk risiko hipertensi dan kesehatan jantung hanya dalam 90 detik, tanpa pengambilan darah. Ini adalah solusi praktis untuk memantau kesehatan secara rutin di rumah. Pendekatan ini terasa lebih menyeluruh dan sejalan dengan tema besar CES 2026: longevity—bagaimana teknologi membantu orang hidup lebih sehat dalam jangka panjang. 

 

 

Kategori: Unique Tech – LEGO SmartPlay System

Di tengah dominasi robot dan autonomous system, LEGO SmartPlay hadir sebagai kejutan dan menjadikannya juara Best Future Tech di CES 2026.

LEGO tidak mencoba membuat AI terlihat kompleks atau teknis. Dalam praktiknya, balok LEGO tetap dimainkan seperti biasa. Bedanya, sistem AI di balik SmartPlay mampu membaca konfigurasi fisik tersebut dan memberikan respons berupa warna dan suara yang sesuai, untuk menghasilkan efek cerita yang lebih interaktif. AI tidak menggantikan permainan, tetapi menjadi lapisan tambahan yang memperkaya pengalaman fisik.

Pendekatan ini jadi menarik karena menunjukkan wajah lain dari Physical AI. AI tidak selalu harus hadir sebagai robot humanoid atau mesin besar. Ia juga bisa hadir sebagai pendamping bermain yang aman, kreatif, dan manusiawi, terutama untuk anak-anak.

 

Penutup: AI yang semakin menunjukkan “fisiknya”

CES 2026 bukan tentang satu produk atau satu teknologi. Ini adalah pameran tentang transisi besar. AI tidak lagi hanya hidup di layar atau server. Ia kini hadir di rumah, kendaraan, robot, dan ruang publik.

Apa yang diumumkan dan didemokan di CES tahun ini menunjukkan satu hal yang konsisten: masa depan AI bukan hanya soal kecerdasan, tetapi soal kehadiran fisik, kepercayaan, dan integrasi dengan kehidupan nyata.

 

Artikel Sebelumnya
Berlangganan buletin kami untuk pembaruan
Astra Digital

Quick Menu

Lainnya

© 2026 AstraDigital

Punya Pertanyaan?

Terhubung dengan kami

Globe